Alumni Akuntansi Unesa Jadi Aktor Intelektual Pembuatan Sepatu Dolly

d-Dodolan

04 Mei 2017
Alumni Akuntansi Unesa Jadi Aktor Intelektual Pembuatan Sepatu Dolly

Atik foto bersama dengan koleksi sepatunya

dollysaiki.com- Tak ada yang menyangka sepatu buatan Eks Lokalisasi Dolly akan diminati oleh pasar nasional, namun buktinya saat ini sudah banyak yang memesan sepatu kebanggaan warga eks lokalisasi Dolly Surabaya itu.

Dibalik terkenalnya sepatu yang dipakai waktu pelantikan Wali Kota Surabaya itu, ternyata ada penggerak atau koordinator yang bertugas mengkoordinir ibu-ibu Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya. Ia adalah Atik Trianengseh yang merupakan alumni Diploma satu jurusan Akuntansi Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Ibu tiga anak ini, mengaku tidak mudah untuk tetap bertahan di Usaha pembuatan sepatu dan sandal ini, bermula dari 30 orang yang tergabung hingga akhirnya menjadi 5 orang yang bertahan sebagai pengerajin sepatu.

"Tidak mudah mengkoordinir para ibu-ibu di KUB,banyak kejenuhan di dalamnya," kata Atik  ditemui saat membuat sepatu dolly, Kamis, (4/5/2017).

Atik mengaku meski dengan kesibukan sebagai ibu rumah tangga, ia tetap berkonsentrasi mengembangkan KUB Mampu Jaya, semua kebutuhan mulai dari bahan dasar sepatu serta sandal, ia penuhi walaupun harus pontang-panting kemana-mana.

"Pernah dulu, teman-teman minta untuk mencoba membeli bahan dasar, sampai ke toko harganya beda, ya besoknya harus saya lagi yang membeli," ungkap Atik.

KUB Mampu Jaya kini bisa tersenyum pasca diresmikannya Dolly sebagai Kampung Wisata oleh Wali Kota Tri Rismaharini, bebereapa waktu lalu, pengunjung banyak berdatangan, bahkan sampai Kalimantan serta Papua.

"Alhamdulillah, meski hasil belum menentu kita masih bisa mendapatkan 200 ribu rupiah sampai 1 Juta Rupiah kalau ada yang memborong," tuturnya sambil tersenyum.

Menurutnya, beberapa waktu lalu ada kunjungan dari Pemerintah Kalimatan datang untuk meninjau dan sekaligus memborong beberapa produk sepatu, mereka tahu produksi itu dari pemberitaan di media. "Jadi, pemberitaan itu memang berdampak signifikan terhadap UKM di eks lokalisasi ini," ujarnya.

Maka dari itu, peminat produk KUB Mampu Jaya menjadi banyak, sampai harus membagi pekerjaan dengan warga sekitarnya.  Bahkan, mantan pekerja lokalisasi Dolly juga ikut berdatangan membantu.

Atik mengaku kendala yang dialami KUB Mampu Jaya Saat ini adalah persoalan management, mulai dari mengatur kedisiplinan para pengerajin sampai persoalan pembukuan keuangan serta promosi produk.

Atik juga berharap ada bantuan dari Pemkot Surabaya memberikan pendampingan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi