Dibuka Kapolres-Kajari, 1000 Lebih Pelari Susuri Kampung Dolly dan Jarak

d-Polahe

17 Juni 2017
Dibuka Kapolres-Kajari, 1000 Lebih Pelari Susuri Kampung Dolly dan Jarak

Kapolrestabes Surabaya dan Kajari saat membuka Dolly Night Fun Run

SURABAYA- Sepanjang sejarah Kota Surabaya sejak 724 tahun silam, baru kali ini digelar acara Dolly Night Fun Run atau lari malam menyusuri kampung-kampung eks lokalisasi Dolly. Acara yang dibuka oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal dan didampingi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Didik Farkhan itu diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun Jawa Tengah.

Mereka datang ke Kota Surabaya hanya untuk mengikuti acara Dolly Night Fun Run yang merupakan serangkaian acara Dolly Saiki Fest 2017. Acara yang digelar mulai 13 Mei-16 Juli itu digagas oleh Komunitas Bicarasurabaya bekerjasama dengan Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya.

Sambil menggunakan kaos dan topi khusus Dolly Night Fun Run, Kapolrestabes Surabaya dan Kajari Surabaya kompak membuka acara tersebut. Hadir pula dalam lari malam itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkot Surabaya Afghani Wardhana, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto, Kabag Humas Pemkot Surabaya serta para sponsor yang mendukung acara tersebut.



Dalam sambutannya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal mengatakan acara ini merupakan bagian dari rekayasa sosial yang muaranya untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Kita mulai dari Surabaya untuk Indonesia. Mana suaranya 1.200 peserta yang ikut pada malam hari ini,” kata Iqbal menyapa para peserta saat membuka Dolly Night Fun Run di depan Kantor Kecamatan Sawahan Surabaya, Sabtu malam, (17/6/2017).

Menurut Iqbal, cerita lama Dolly sebagai tempat prostitusi sudah hampir sirna dan saat ini sudah digantikan dengan Dolly yang selalu positif. Sebab, Dolly saat ini sudah menjelma sebagai tempat wisata, pendidikan, tempat ibadah dan tempat yang selalu berbau kegiatan positif.

“Komunitas Bicarasurabaya ini sangat kreatif, mudah-mudahan acara ini terus berkelanjutan dan kita tunjukkan bahwa Kota Surabaya dapat diperhitungkana di kancah internasional. Mari lari bergembira sambil melihat dolly sekarang, sehingga kita dapat menikmati dan memberikan kontribusi bagi dolly saiki,” katanya.



Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkot Surabaya Afghani Wardhana memastikan bahwa acara lari malam menyusuri kawasan eks lokalisasi Dolly ini baru pertama kali digelar sepanjang sejarah Kota Surabaya. Makanya, pesertanya sangat banyak sekitar 1200 lebih yang berasal dari dalam dan luar Kota Surabaya.

“Saya harap kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan yang digelar di Kota Surabaya, seperti di Bali yang digelar setiap tahunnya,” kata Afghani dalam sambutannya.

Selain itu, acara tersebut diharapkan dapat merubah sisi negatif kawasan Dolly yang sebelumnya selalu dikenal dengan kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. “Apalagi ini digelar pada Bulan Suci Ramadhan,” ujarnya.

Dolly Night Fun Run ini memperebutkan hadiah jutaan rupiah dengan doorprize utama sepeda motor. Ada pula satu unit lemari es, tv, 3 unit sepeda, action kamera, power bank, earphone, flasdisk, topi Dolly Night Fun Run  hingga voucher menginap di hotel.

Ada pula kategori finish pertama yang mendapatkan medali dan uang tunai Rp1 juta, kategori kostum terunik perorangan mendapatkan uang tunai Rp750 ribu, dan kategori 50 pelari finish pertama mendapatkan medali dan kategori selfie terbaik yang diupload ke instagram mereka masing-masing.

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi