Gelar Festival Dolly Putat, Mahasiswa Untag Ingin Dolly Jadi Malioboro Surabaya

d-Polahe

29 April 2017
Gelar Festival Dolly Putat, Mahasiswa Untag Ingin Dolly Jadi Malioboro Surabaya

Poster kegiatan festival Dolly Putat

dollysaiki- Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar festival dolly putat di Jalan Putat Jaya, Sabtu, (29/4/2017). Acara itu diisi dengan berbagai penampilan dan pentas seni, dan yang menarik ada lomba pemilihan Cak dan Ning Putat yang dikhususkan untuk warga Putat.

“Melalui acara ini, kami ingin jadikan putat sebagai Malioboro versi Surabaya. Ke depan semoga bisa menjadi Malioboronya Surabaya,” kata Ketua Panitia Festival Dolly Putat Suryo ditemui disela-sela persiapan.

Menurut Suryo, pada saat festival itu setidaknya ada 12 penampilan di panggung utama. Sedangkan khusus untuk lomba Cak dan Ning sudah ada beberapa peserta yang mendaftarkan diri kepada pihak panitia.

“Nanti akan ada tari remo, KLCC, sawung dance, pembacaan puisi, autodidac band, dance dan bocah ganong, sulap dan UKM Musik mahasiswa Untag,” kata dia.

Suryo menjelaskan acara ini digelar untuk mengenalkan kembali wajah dolly kini kepada msyarakat luas. Ia ingin menunjukkan bahwa wajah Putat Jaya (dolly) kini sudah berubah, dari yang dulunya terkenal dengan lokalisasinya, kini sudah terkenal dengan berbagai inovasi dan perkembangan UMKM-nya yang bermacam-macam.

“Harapannya, ke depan  dolly itu bisa menjadi kampung wisata dan kampung budaya seperti di Malioboro itu,” kata dia.

Dalam rangka mendukung target Malioboro versi Surabaya, maka KKN Untag melakukan beberapa program di kawasan eks lokalisasi itu, seperti program pengajaran Bahasa Inggris, Jepang dan Korea. Program yang akan berlangsung hingga Bulan Desember 2017 itu gratis atau tidak dipungut biaya sepeserpun.    

Selain itu, mereka mengajarkan beberapa kerajinan dan produk kepada masyarakat seperti Taledo (takoyaki lele dolly). Melalui cara ini, maka masyarakat di dolly akan lebih banyak berkreasi dan menjual kerajinan khas dolly seperti halnya di Malioboro Jogjakarta. “Semoga ini menjadi cita-cita kita bersama,” pungkanya.

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi