Hore...Warga Lamongan ini Dapat Doorprize Sepeda Motor

d-Polahe

17 Juni 2017
Hore...Warga Lamongan ini Dapat Doorprize Sepeda Motor

Pemenang doorprize sepeda motor saat acara Dolly Night Fun Run

SURABAYA- Doorprize utama Dolly Night Fun Run berupa sepeda motor MIO dibawa pulang oleh Rosi Sahrizal, 29 tahun, Warga Glagah Kabupaten Lamongan. Ia mengaku sudah mendapatkan firasat sejak beberapa hari lalu kalau nantinya akan mendapatkan salah satu doorprize utama acara lari malam di Dolly dan Jarak itu.

“Sebenarnya saya sudah punya firasat mulai dua hari lalu. Mulai daftar saya optimis bisa mendapatkan hadiah utama itu,” kata Rosi kepada wartawan seusai menerima hadiah sepeda motor MIO, Sabtu, (18/6/2017).

Meski begitu, Rosi mengaku sangat terkejut bisa mendapatkan hadiah sepeda motor itu. Sebab, dia tidak menyangka firasatnya itu benar-benar terkabul. “Tadi ketika di jalan, saya hanya berdoa, bismillah dapat hadiah, dan ternyata bisa mendapatkan hadiah utama, alhamdulilah,” kata dia.

Oleh karena itu, Rosi mengucapkan terimakasih kepada pihak Komunitas Bicarasurabaya, Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya yang telah menyelenggarakan acara ini. Ia berharap pada tahun depan juga diselenggarakan lagi acara tersebut.

“Ini sangat bagus acaranya, karena para peserta diajak melihat kampung-kampung di Dolly dan Jarak saat ini,” kata dia.

Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Ari Swadana, tercepat pertama Dolly Night Fun Run. Warga Jember Jawa Timur itu memang sengaja datang ke Surabaya hanya untuk mengikuti lari malam di Dolly dan Jarak. “Acara seperti ini sangat bagus, dan murah meriah, tahun depan kalau bisa diadakan lagi,” kata Ari seusai finish pertama.

Bagi Ari yang memang atlet lari, rute Dolly Night Fun Run yang hampir 5 kilometer itu sangat mudah. Sebab, biasanya dia mengikuti lomba lari yang rutenya sangat panjang, sehingga dia menilai lari malam di Dolly kali ini hanya untuk senang-senang.

“Ya ini buat senang-senang rutenya, apalagi saya sedang mempersiapkan Bali Maraton pada 27 Agustus mendatang,” ujarnya.

Menurut Ari, lari malam kali ini memang memiliki karakter tersendiri dibanding lomba lari lainnya. Sebab, para peserta diajak menyusuri kampung-kampung yang dulunya terkenal lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara dan kini sudah berubah.

“Ini memang beda, karena tadi saya juga sempat “mengerem” karena banyak motor dan ada warga. Beda kalau lomba lari yang biasanya steril. Asyik lah,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi