Kembangkan Perekonomian Dolly, Dinsos-ITS Gelontorkan 14 Kegiatan

d-Kampung, d-Polahe

20 Mei 2017
Kembangkan Perekonomian Dolly, Dinsos-ITS Gelontorkan 14 Kegiatan

Suasana social action sharing di kantor Kecamatan Sawahan/M. Syarrafah

SURABAYA- Dinas Sosial bekerjasama dengan kampus ITS menggelar social action sharing sebagai rangkaian kegiatan dolly saiki fest 2017 di kantor Kecamatan Sawahan Jalan Dukuh Kupang Surabaya, Sabtu, (20/5/2017). Pada kesempatan itu, beberapa perwakilan dari semua pelaku UKM dan perwakilan dari kelurahan, RW dan RT hadir mengikuti materi yang disampaikan oleh perwakilan Dinas Sosial dan perwakilan dari ITS.

Awalnya, perwakilan dari Dinas Sosial memberikan paparan tentang programnya selama ini, mulai dari adanya beasiswa, dan pemberdayaan selama ini, serta berbagai program yang dilakukan oleh Dinsos. Selanjutnya, penanggung jawab dari ITS masing-masing memaparkan 14 kegiatan yang akan digelar di eks lokalisasi dolly itu.

Setiawan dari Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat ITS mengatakan, program ini selaras dengan salah satu kewajiban kampus, yakni tugas pengabdian kepada masyarakat. Karenanya, ITS menyambut baik sinergi dengan Dinsos untuk berbuat kepada masyarakat dengan menyediakan sebanyak 14 kegiatan yang akan digelar di dolly.

“Untuk pengabdian di masyarakat ini, kami punya ring I yakni tiga kelurahan di dekat kampus dan ring 2 di Surabaya kami fokus di eks lokaliasi Dolly dulu. Kami menggali potensi masyarakat, apa usaha yang dimaui yang berdampak pada peningkatan ekonomi,” ujar Setiawan.

Secara konkret, Setiawan menyebut akan mencoba mengembangkan UMKM yang tengah tumbuh di Putat Jaya. Semisal batik, pihaknya akan membuat bank desain batik. Lalu keripik SamiJali. Dia menyebut dari sisi packing sudah bagus.

“Tapi kendalanya untuk pengering ketika musim hujan. Kami akan bantu alat untuk pengeringan. Ini sedang dirancang yang cocok alatnya apa. Yang jelas alatnya nggak pakai listrik tetapi cukup elpiji agar terjangkau,” jelas Setiawan.

Adapun 14 kegiatan yang bakal digelar itu adalah model pengembangan kawasan eks lokalisasi dolly guna mengubah citra menjadi wisata edukasi berbasis industri kreatif, rancangan pola kemitraan pemerintah dan swasta untuk pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan di dolly, pemetaan dan penyusunan strategi pengembangan industri kreatif pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kampung dolly Kota Surabaya.

Selain itu, ada pembentukan kluster UKM (usaha kecil dan menengah) untuk menciptakan mata rantai usaha bisnis di kawasan eks-lokalisasi dolly. Mengembangkan kampung literasi sebagai upaya peningkatan daya berfikir kreatif imajinatif anak- anak gang dolly melalui penulisan cerpen layak jual. Pengembangan usaha mikro warga eks- lokalisasi dolly melalui pelatihan dan pendampingan pembentukan koperasi peningkatan produksi keripik samijali di kawasan eks lokalisasi dolly dengan penerapan teknologi tepat guna.

Penentuan umur simpan (kadaluarsa) minuman sari rumput laut dalam kemasan botol plastik di kawasan eks lokalisasi dolly. Pemberdayaan ekonomi kelompok pembatik kampung wisata ex lokalisasi dolly surabaya. Peningkatan ekonomi kelompok tani tambak keputih sukolilo surabaya melalui produksi pakan ikan mandiri.

Produksi minuman berbahan baku rumput laut: upaya peningkatan ekonomi serta pengembangan produk unggulan ukm di eks-lokalisasi dolly. Social toponym urban ecotourism sebagai upaya inventarisasi potensi wisata perkotaan wilayah dolly berbasis webgis. Konsep promosi kampung wisata dolly melalui pelatihan peningkatan kapasitas kelompok karang taruna dikelurahan putat jaya. Sosialisasi dan participatory mapping potensi industri kreatif untuk mendukung pengembangan kampung wisata di dolly Kota Surabaya.

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi