Menengok Kampung Batik di Eks Lokalisasi Dolly

d-Kampung

27 April 2017
Menengok Kampung Batik di Eks Lokalisasi Dolly

Camat Dolly saat memberikan batik khas Dolly kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

dollysaiki.com- Sentra pelatihan batik di Kelurahan Putat Jaya terus berkembang, sehingga banyak warga yang belajar membatik. Makanya, setahun setelah berdirinya “Rumah Batik” itu sukses menarik warga di luar Putat Jaya untuk terus belajar membantik.

“Rumah Batik” ini semakin terkenal setelah mengikuti kejuaraan membatik tingkat Provinsi yang diselenggarakan oleh Pemprov Jatim. Bahkan, batik mereka memiliki motif khas, yaitu motif daun dan buah Jarak. "Kini yang datang ke sini, ada dari Kelurahan Benowo, Dupak, hingga Rungkut," ujar Mulyadi Gunawan, salah seorang pembimbing Rumah Batik, Kamis, (27/4/2017).

Keinginan pemerintah kota Surabaya menjadikan "Rumah Batik" berkembang dan terkenal, tak lepas dari ambisi yang kuat untuk mengubah citra negatif kawasan yang dulunya dikenal dengan nama Gang Dolly, salah satu hot spot bisnis prostitusi terbesar di Asia Tenggara.

"Memang 'Rumah Batik' di gang 8B Putat Jaya ini hadir sebagai dampak dari penutupan Dolly," kata pria ayang krab dipanggil Pengki.

Kini, setiap harinya Gang 8B tak pernah sepi dikunjungi ibu-ibu, pelajar, bahkan wisatawan lokal atau mancanegara. Ada banyak aktivitas yang bisa dikerjakan di "Rumah Batik", seperti latihan membuat batik, diskusi, melihat produksi aneka batik serta berjual beli.

"Tempat ini bukan koperasi. Sehingga, tak ada anggota tetapnya. Tiap hari, yang datang ke sini silih berganti," ujar Pengki di sela kesibukannya membantu para peserta pelatihan membatik. "Siapa saja bisa berlatih di sini tanpa memandang latar belakang. Semua silakan bergabung," imbuhnya.

Keberadaan pelatihan membatik di tempat ini sedikit banyak bisa mendongkrak pemasaran UKM Batik yang juga ada di tempat ini. Untuk diketahui, di Kelurahan Putat jaya ada tiga kelompok UKM yang memproduksi batik, yakni Canting Surya di gang 6B, Alpujabar (gang 9), dan Jarak Arum (gang 2).

"Putat Jaya sebenarnya memiliki beberapa sentra Batik di beberapa gang. Dengan adanya rumah Batik ini, nama beberapa UKM ini juga semakin naik," kata Pingki.

"Rumah Batik" tak hanya didatangi para pemula, tapi juga kalangan profesional di bidang garmen. Surya sempat bertemu dengan Trikusumawati, pemilik UKM dari Dupak, yang asyik berlatih membatik.

"Saya ingin menambah ide motif batik. Dengan belajar bersama ibu-ibu di sini, juga semakin memperluas jaringan," kata Trikusumawati. 

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi