Pemkot Surabaya: Warga Dolly lebih Cepat Pemberdayaan Ekonominya

d-Kudu Ngerti

10 Mei 2017
Pemkot Surabaya: Warga Dolly lebih Cepat Pemberdayaan Ekonominya

Jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memberikan pelatihan keterampilan kepada warga yang terkena dampak alih fungsi lokalisasi. Sejak penutupan lokalisasi pada empat tahun silam, hingga kini sudah ada 2000 lebih warga di wilayah eks lokalisasi yang telah mengikuti pelatihan yang diberikan Pemkot Surabaya.

Belakangan, juga diketahui bahwa warga eks lokalisasi, terutama di warga Dolly lebih cepat pemberdayaan ekonominya dibanding warga-warga biasanya. Pemkot juga merasa heran dengan peningkatan pesan yang sangat konsisten ini.

“Saya perhatikan pemberdayaannya ekonominya memang lebih cepat, terutama di Dolly,” kata Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Nanis Chairani ditemui di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (10/5/2017).

Menurut Nanis, warga yang tinggal di kawasan eks lokalisasi, memiliki hak yang sama dengan warga yang tinggal di wilayah lainnya (luar lokalisasi) dalam hal mendapatkan perhatian dari Pemkot Surabaya.

“Mereka berhak untuk mengikuti program kami, salah satunya pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan-pelatihan kami,” tegas Nanis Chairani dalam jumpa pers di Kantor Bagian Humas, Jumat (5/5/2017).

Berdasarkan data di Dinas P5A, selama rentang 2013 hingga 2016, sudah ada 2150 warga dari tiga kawasan terdampak penutupan lokalisasi yang telah mengikuti pelatihan. Rinciannya, di kawasan eks lokalisasi Sememi Klakahrejo ada 275 orang, lalu di Dupak Bangunsari ada 750 orang dan di Dolly (Putat Jaya) ada 1125 orang.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 persen hingga kini masih eksis usahanya. Yang paling menonjol adalah warga dari Dolly seperti usaha makanan (samiler), kaos, dan tempe,” ujar Nanis.

Padahal, jelas Nanis, sebelum penutupan lokalisasi, warga di kawasan Dolly kurang berminat menyambut tawaran pelatihan yang diberikan Pemkot. Kala itu, warga di sana lebih berminat untuk menggeluti usaha yang berkaitan dengan praktik lokalisasi seperti menjadi juru parkir, membuka warung ataupun laundry karena merasa bisa mendapatkan uang dengan cara mudah. Sementara, ada banyak warga di luar Putat Jaya yang sudah mengikuti pelatihan.   

Setelah penutupan dan dilakukan pendekatan dan dorongan dari Dinas P5A, barulah warga di Putat Jaya tergerak untuk mengikuti pelatihan. Mereka diubah pola pikirnya agar mau untuk menjadi lebih berdaya dengan skill yang mereka miliki melalui usaha.

Pemkot juga dibantu oleh dunia usaha yang memberikan Corporate Social Resposibility (CSR) nya. Dan dalam perjalanannya, warga di Putat Jaya ternyata lebih cepat dalam menyerap wawasan skill yang diberikan personel dari Dinas P5A.

“Contohnya untuk membatik. Sebelumnya kami memberikan pelatihan membatik di beberapa kelurahan. Nah, di Putat Jaya, mereka sangat cepat menguasainya lebih dari mereka yang sudah belajar lebih dulu. Goresan, desain dan warna batik yang mereka hasilkan sangat bagus. Harganya pun fantastis, selembar bisa 10 juta. Sementara lainnya masih di kisaran ratusan ribu,” sambung Nanis.

Mantan Kabag Humas ini menambahkan, tidak hanya berupa pelatihan, Pemkot juga melakukan pendampingan agar warga jadi lebih berdaya secara ekonomi. Semisal yang sudah berproduksi, dibantu untuk pemasaran produknya.

Pemkot punya “etalase” untuk pemasaran produk seperti di Balai Kota Surabaya, Terminal Purabaya, Royal Plaza dan juga di sentra UKM Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
“Kami juga mengikutkan mereka ke pameran di luar kota maupun di luar pulau. Tentunya kami seleksi produk yang memang terbaik. Bagi yang belum bagus terus kami dorong,” sambung Nanis.

Hingg kini, Pemkot terus melanjutkan pendampingan dengan cara diarahkan untuk bergabung dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan Pemkot. Yakni Pahlawan Ekonomi yang lebih diarahkan untuk ibu rumah tangga dan Pejuang Muda bagi mereka yang berusia lebih muda.

“Bagi warga yang berminat mengikuti pelatihan usaha, bisa datang langsung ke Kaza (Kapas Krampung Plaza) pada setiap akhir pekan,” imbuh pejabat yang pernah menjabat Camat Tambaksari ini.

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi