Perjalanan Lahirnya Sang Ikon Baru dari Kampung

d-Kampung

05 Maret 2017
Perjalanan Lahirnya Sang Ikon Baru dari Kampung

Surabaya - Ide menjadikan kampung di Putat Jaya yang berada di eks lokalisasi Dolly dan Jarak menjadi berwarna dan penuh gambar mural dimulai pada Agustus 2016.

Akhirnya warga kompak sepakat untuk menjadikan kampungnya bagian dari destinasi wisata di Kota Pahlawan.

Kini di Putat Jaya yang berada di Kecamatan Sawahan itu telah melahirkan tiga ikon. Kampung Batik, Kampung Samijali dan Kampung Orumy. Kampung di Gang III A, IV dan VIII B memiliki karakter yang berbeda.

Ini Perjalanan Lahirnya Ikon Baru dari Eks Lokalisasi Dolly dan JarakFoto: M Yunus


Di Putat Jaya III A itu dikenal sebagai penghasil minuman olahan rumput laut yang disebut Orumy. Dan di Gang IV, warganya sudah berhasil memproduksi kerupuk singkong samiler yang mempunyai nama Samijali (Samiler Jarak Dolly).

Sementara di Gang VIII B lebih dikenal dengan produk kain batik dengan motif khas eks lokalisasi.

Menurut salah satu warga Putat Jaya VIII B Heru Kurniawan mengatakan ide pertama kali kampung berwarna berawal dari pengurus Usaha Kelompok Masyarakat Jalak Arum (pengrajin batik tulis).

"Sekitar awal Agustus 2016 saat peresmian rumah batik yang dihadiri Pak Camat Sawahan (M YUnus). Kemudian warga muncul ide awal, warga meminta partisipasi kecamatan dan kelurahan agar ikut dalam meningkatkan kebersihan kampung hingga akhirnya ada yang meminta cat," katanya pada, Sabtu (10/12/2016).

Setelah itu muncul ide untuk memodifikasi kampung berwarna yang ada di Malang dan diterapkan di kampung yang mempunyai 76 kepala keluarga tersebut.

"Hingga akhirnya muncul ide mural batik yang dikolaborasi dengan ikon Kota Surabaya seperti Tugu Pahlawan, Jembatan Merah dan ikon lainnya," ujar Wawan sapaan akrab Heru Kurniawan.

Rencana merubah menjadi kampung berwarna berlanjutan dengan adanya bantuan cat serta komunitas mural dinding rupa. "Kalau teman komunitas mural hanya menggambar kemudian dieksekusi oleh warga yang mengecat," imbuh.

Sedangkan Sunarto warga Putat Jaya VIII B mengaku selama pengerjaan kampung berwarna dan mural tidak mulus karena ada beberapa hambatan seperti cuaca serta aktivitas warga yang juga bekerja pada siang hari.

Ini Perjalanan Lahirnya Ikon Baru dari Eks Lokalisasi Dolly dan JarakF


"Kadang hujan, kemudian warga kerja ditambah dengan mural batik kan detilnya yang membuat lama. Saat ini mural yang sudah selesai dikerjakan di ujung kampung yang mediannya besar dan lebar, sedangkan rumah warga tidak semua di mural batik. Ada juga yang dicat warna warni," ungkap Sunarto.

Sunarto berharap, jika seluruh pengerjaan mural dan pengecatan rumah warga berwarna selesai bisa menjadikan kampungnya sebagai salah satu tujuan wisata di Surabaya.

"Tujuannya akhirnya ya menjadi kampung wisata seperti Kampung Lawas Maspati, apalagi kita mempunyai nilai lebih sebagai eks lokalisasi yang mempunyai berbagai produk usaha warga," harap Sunarto.

Berbeda dengan Kampung Batik dan Kampung Sami Jali yang juga di mural serta berwarna, Kampung Orumy yang juga ikut berganti wajah mempunyai ciri khas mural yang menonjolkan binatang kupu kupu sebagai simbol yang dulunya sebagai kampung yang penuh dengan kupu kupu malam.

"Jadi filosofinya kupu kupu malam yang dulunya bertebaran di kampung ini tapi sekarang mereka mulai hilang," kata Ketua RT 3/RW 3 Putat Jaya III A Sarbani.

Gambar mural digambar oleh adik Sarbani yang seorang guru di SMPN 3 yang kemudian dilanjutkan pewarnaannya oleh warga.

"Muralnya mulai kupu kupu kemudian bertelur menjadi ulat lalu kepompong yang mempunyai arti inilah kondisi warga yang sedang berusaha menjadi sesuatu yang baru dan berguna," ungkap Sarbani.

Dalam minggu ini kata Sarbani, pengecatan rumah, paving serta mural akan dilaksanakan pelajar SMPN 3 dan warga serta mahasiswa Universitas 17 Agustus (untag) Surabaya yang sedang KKN.

Ia berharap dengan adanya perubahan wajah kampung ada semangat baru dari warga yang terus berusaha menjadi lebih baik. "Dengan berubahnya kampung yang dulunya sebagai salah satu lokalisasi Jarak mendapat apresiasi dari para tamu PrepCom 3 UN Habitat beberapa waktu lalu," pungkas dia.

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi