Seleksi Camat Terbaik, Camat Sawahan Pamerkan Batik Dolly

d-Kudu Ngerti

27 April 2017
Seleksi Camat Terbaik, Camat Sawahan Pamerkan Batik Dolly

Camat Sawahan M Yunus saat presentasi pada lomba camat terbaik

dollysaiki.com- Sebanyak enam camat di wilayah Kota Surabaya berkompetisi menjadikan kecamatannya sebagai yang terbaik dalam lomba sinergitas kinerja kecamatan di Graha Sawunggaling, Lantai VI Kantor Pemkot Surabaya, Rabu (26/4/2017).

Keenam camat terbaik itu adalah camat Tandes, Bulak, Benowo, Sawahan, Semampir dan Sambikerep. Camat itu mempresentasikan berbagai inovasinya seperti keamanan wilayah, kehidupan sosial warga, juga kekompakan elemen masyarakat.

Penampilan yang berbeda dilakukan oleh Camat Sawahan M. Yunus yang malah mempromosikan produk-produk warga binaannya di eks lokalisasi dolly. Ia memakai batik khas daun jarak dalam presentasi tersebut, padahal beberapa camat lainnya memakai baju dinas.

“Saya memakai batik khas dolly karena presentasi itu merupakan acara penting dan terhormati bagi kami. Ini yang juga saya sampaikan dihadapan para juri,” kata Yunus ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (27/4/2017).

Selain itu, ia lantas mempresentasikan 11 UMKM yang telah berkembang di Kecamatan Sawahan. Sekitar 15 menit, ia dengan lantang berbagai inovasi di eks lokalisasi dolly itu.
   
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan, Eddy Chrisjanto yang juga menjadi salah satu juri lomba ini menyampaikan, lomba sinergitas kinerja kecamatan ini rutin digelar.

Menurutnya, lomba ini dulunya bernama lomba camat teladan sebelum berganti nama sejak tiga tahun lalu. “Intinya tentang bagaimana seorang camat mampu mensinergikan elemen-elemen yang ada di kecamatan nya. Mulai Polsek, Koramil hingga elemen masyarakat. Outputnya, masyarakatnya bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Eddy mengatakan, dari 31 kecamatan yang ada di Surabaya, diambil enam terbaik berdasarkan laporan administrasi kegiatan yang dilakukan masing-masing kecamatan di tahun 2016. Enam kecamatan tersebut yakni Tandes, Bulak, Benowo, Sawahan, Semampir dan Sambikerep.

Enam camat dari kecamatan ini lantas melakukan paparan maksimal selama 15 menit di hadapan para juri yang terdiri dari perangkat kerja terkait seperti Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Satpol PP dan juga dari Bakesbang Linmas, akademisi dan Polsek.

Setelah paparan, para juri bergatian mengajukan pertanyaan kepada camat lantas memberikan nilai. “Nanti diambil tiga besar terbaik. Lalu ada peninjauan lapangan untuk mengecek yang disampaikan di sini sesuai nggak. Kecamatan yang jadi juara akan mewakili Surabaya di tingkat provinsi,” ujarnya.

Lalu, apa tujuan digelarnya lomba sinergitas kinerja kecamatan ini? Eddy menyebut goal nya adalah pelayana publik yang terus membaik. Karenanya, camat ditekankan untuk menyampaikan inovasi-inovasi yang telah dilakukan di wilayahnya. “Goalnya adalah agar tidak ada lagi masyarakat yang bilang aduh, ah, atau keluhan lainnya di kecamatan. Masuk kecamatan senyum, keluar senyum,” pungkas Eddy.

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi