Sore Ini, Dolly Saiki Fest 2017 Diresmikan

d-Piknik

13 Mei 2017
Sore Ini, Dolly Saiki Fest 2017 Diresmikan

dollysaiki.com - Hampir empat tahun ini, denyut kemaksiatan di Dolly dan Jarak berhenti berdenyut. Kawasan yang dulunya lokalisasi prostitusi ini sudah berubah menjadi kawasan yang lebih manusiawi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak henti-hentinya mendorong dan memompa semangat masyarakat setempat yang sebelumnya bergantung dari dunia hitam untuk bangkit dan berdaya secara mandiri.

Sebagian warga di eks lokalisasi yang berada di Kecamatan Sawahan ini sudah bangkit dan terampil sehingga mampu memiliki sumber kehidupan yang baru, tentunya halal.

"Yang terpenting adalah anak-anak terselamatkan. Masa depan mereka masih panjang," kata Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Sabtu (13/5/2017).

Wali Kota Risma sore ini dijadwalkan akan membuka gerai yang berisi produk buatan dan olahan warga eks lokalisasi. Gerai di Gg Lebar B No 27 ini diberi nama DS Point. DS artinya Dolly Saiki ini menempati bangunan yang telah dibeli Pemkot Surabaya.

Selain meresmikan DS Point, Wali Kota Risma juga melaunching kegiatan festival yang pertama digelar di Dolly dan Jarak. Festival yang diisi 23 kegiatan itu hasil kerjabareng Komunitas Bicara Surabaya dan Polrestabes Surabaya.

"Ibu Wali melaunching Dolly Saiki Fest 2017. Festival ini akan berlangsung selama tiga bulan, berakhir 16 Juli," terang Camat Sawahan M Yunus kepada wartawan di sela persiapan peresmian DS Point.

Nama Dolly Saiki, bagi Yunus, telah melalui perdebatan panjang. Sebab, pemilihan Dolly Saiki memiliki filosofi yang sangat penting dan makna.

"Ini Dolly Saiki, kalau dulu prostitusi sekarang menjadi Dolly yang penuh warna, inspirasi dan karya. Warga di sini sudah trampil membuat kerajinan dan olahan makanan," katanya.

Ia mencontohkan, warga di Jarak sudah mampu dan berhasil membuat batik. Batik made in warga eks lokalisasi ini mampu bersaing dengan batik dari lokasi lain.

"Ini yang membuat warga di sini bangga, Dolly tetap tersohor sekarang, tetapi bukan karena prostitusinya. Warga bangkit dan membuktikan," tegas Yunus.

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi