Sprei Khas Dolly Penuhi Kebutuhan Dua Rumah Sakit Pemkot Surabaya

d-Dodolan

05 Maret 2017
Sprei Khas Dolly Penuhi Kebutuhan Dua Rumah Sakit Pemkot Surabaya

Camat Sawahan M. Yunus

SURABAYA- Perekonomian warga eks lokalisasi Dolly kini terus bangkit. Kali ini, warga terdampak membuat sprei untuk memenuhi kebutuhan sprei di dua rumah sakit milik Pemkot Surabaya, yaitu RSUD dr. Soewandhie dan Bhakti Dharma Husada (BDH).

Camat Sawahan M. Yunus mengatakan saat ini warganya dalam sehari bisa menghasilkan Rp 50 ribu tanpa harus meninggalkan rumah dan bisa mengurus anaknya, yaitu dengan menjahit pesanan sprei dari dua rumah sakit milik Pemkot Surabaya.

“Penghasilan warga Rp 50 ribu didapatkan setelah menjahit 10 sprei. Jika menjahit lebih dari 10 potong kain, warga makin banyak mendapatkan penghasilan,” kata Yunus di kantornya.

Menurut Yunus, dalam sebulan pesanan 300 potong sprei untuk RSU dr Mohammad Soewandhi sudah terpenuhi. Kini dalam proses pengerjaan untuk sprei sebuah hotel budget di Surabaya.

“Untuk kelompok bersama menjahit, saat ini baru 10 warga terdampak yang tertarik. Dalam sebulan tiap warga mampu mendapat penghasilan Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu dalam 2 minggu,” kata dia.

Kedepan, dengan ketrampilan menjahit warga terdampak diharapkan bisa mengerjakan baju dinas pegawai Pemkot. Untuk sementara ini, seluruh bahan mulai kain dan benang disediakan.

“Ke depan secara perlahan, warga akan kita arahkan mandiri maupun membentuk kelompok kerja sehingga bisa mendapatkan dan menerima order," ujarnya.

Yunus menambahkan, saat ini warga terdampak eks lokalisasi Dolly sudah banyak yang bangkit dengan berbagai Usaha Kecil Menengah dan sudah mandiri hingga saat ini. Salah satu UKM yang sudah mandiri adalah produksi sepatu yang kian kebanjiran pesanan, ada kripik singkong atau samiler Jarak-Dolly (Sami Jali).

“Sami Jali ini sudah berkembang, saat ini sudah jualan online juga,” pungkasnya. Redaksi

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi